Jumat, 08 Februari 2019
SEVENTEEN - KEMARIN (By Tereza) II Cover Video (MDj) II
Kemarin engkau masih ada di sini
Bersamaku menikmati rasa ini
Berharap semua takkan pernah berakhir
Bersamamu
Bersamamu
Kemarin dunia terlihat sangat indah
Dan denganmu merasakan ini semua
Melewati hitam-putih hidup ini
Bersamamu
Bersamamu
Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu di mana
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Kini sendiri di sini
Mencarimu tak tahu di mana
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
Aku selalu mengingatmu
Doakanmu setiap malamku
Semoga tenang kau di sana
Selamanya
SEVENTEEN-KEMARIN
Penulis lagu: Kakanda Alm. Herman Sikumbang
#COVER_VIDEO
https://www.youtube.com/channel/UCQqtfulGwODr3VW728WaDVg/featured?view_as=subscriber?sub_confirmation=1
Selasa, 11 Desember 2018
WANITA API - King Laef
WANITA API
Senin kemarin di perjalanan subuh ayahku beri pesan sakral. "Menulislah nak, nanti kau akan tahu, bahwa menulis juga ialah pengharapan". Semoga tinta di selasa ini tak berbalik karam dan terjaga. Ia sendiri yang akan paham aforisme tulisan ini. Wanita Api itu selalu punya cara gila sendiri untuk meramu kisah, dimulai dari hal-hal kocak yang aku sendiri juga ternyata menyimpannya dengan selaksa. Penghargaan pada jejak, merapal kagum melalui tawa-tiwi lepas dalam buku usang jelmaan artefak. Art and no fake.
Ah kelak, di suatu pagi yang entah, kaulah yang harus dirindui (dalam-salam). Yah aku lelaki dekil ini yang akan menanak rindu-rindu itu dalam hujan api, dalam pagelaran demonstrasimu, dalam kuliner ajaibmu, dalam voicenote anehmu, dalam perdebatan Tiki dan Steinbeck, haha dan sialnya ada juga percakapan maskawin woahaahaha yups aku ingat! bukan sekotak alat makeup tapi buku selemari kan? yah? sial kan kalau soalan maskawin. Tapi Ijabkabul adalah percaya! Au ah sakralnya seperti kepercayaan jati pada diri Melysandre menghidupkan kembali Jonsnow melalui restu dewa api.
Sebab itulah aku menyebutnya wanita api, tanpa tapi, wanita yang anti basa-basi, namun fasih berserius bersama semua teduh-tenangnya.
Persetan dengan lihai makeup dan staylist, aku mencanduimu lebih sehat daripada mereka yang tidak lama lagi akan terbakar zat mercury di bibir dan sekujur bidang hingga gengsi hangus di ranjang.
Seperti buku usang itu, simpanlah ini sebagai penghargaan jejak!!! karena;
Bertahan adalah Bentuk cinta yang paling liar.
by: kingLaef
#kingLaef
#PANG
Minggu, 02 Desember 2018
POSTEMATI - King Laef
POSTEMA(TI)
Hormat Om Hillenburg, damailah dalam dawai bersama altar kuning sponge yang menimbun misi penyelamatan masa kecil kami.
Tertawalah dari atas sana karena Tontonan saat ini sudah tak sehat lagi setelah kedatangan acara rumah uya, karma, dan fesbukers. Belum lagi serial azab box channel ikan terbang itu over skenario di dengkul nalar.
Om Hillenburg !! kalau nanti kalian sudah ditempat yang sama, tatkala bercanda ketika bertemu tolong sampaikan salamku pada Kurt Cobain, katakan padanya bahwa ada lelaki gila perindu mati tergila-gila pada misterinya, melodinya dan segala sarkasnya. Katakan padanya juga, di sudut tenggara asia ada sebuah negara dengan pemimpinnya dulu melarang berpendapat.
bangsat kan?? tapi dizaman televisi berwarna ini pun sudah banyak tak diminati lagi, ada wadah baru, seperti berhala wajib bayar tukar kuota. yah sosial media. Banyak ranjau TnT disana.
Wadah yang dengan nyaman kita dipaksa berbohong ketika ditanya masih gadis atau sudah janda! Sadafakap sebut saja saya mawar penjual boraks suara sengau sebagai tempat gelap menabur kebaikan namun menakuti berbagai lini, kini pasien sakit lama dan baru terjangkit wabah yang lebih menjengkelkan. Intoleransi, sialan,g elud online warganet SARA.
Stop body shaming di media sosial.
Bangsat apapun yang mengatas namakan agama untuk pertumpahan darah. Tidak Terimaaksih.
ditulis saat mulut sedang berapi karena makan pentolan mas risik.
Makassar. 1 desember 2018.
depan rumah komandan bekas pos kambling 212 nasbung.
By King Laef
Selasa, 27 November 2018
KASTIL ( IV ) By: kingLaef
KASTIL ( IV )
Ouuuuuu....
Euthanasia....
Salam Tuan dan Puan...
Aku lelaki gila yang kalian kafiri namun tak mau
berhenti menjaga api. Senin mencair, selasa kupenuhi cangkir yang pandir. Aku
fakir ilmu senapan dan angin bawah tanah kikis tersingkir di dubur wasir,
kufurlah wahai pedofil.
Until siasat di isu kata per kata aku amini dalam kamus
kepala usang, kala telinga telaah dengan seksama doa si Insthinc.
![]() |
| kastil_KingLaef |
Amiinnn...
Kalian Manekin...
Seperti pasrahnya warga diperkosa kartel dengan adanya TPA
ilegal di pulau kalymnos, asap bak pedang, menghunus paru-paru dengan slogan pengembangan
wisata.
Sampah.. Sumpah dibakar dengan hajat resiko bersama, Seperti Walk of
fame palsu dijalanan california. Gondok seisi tenggorok, bila lihai meneguk
fatwa si oximoron, gorok adegan peduli dengan belati Gorki yang haus bercinta
dengan anarki.
Sajak ini untuk kita yang tak lagi menimbang setengah diri tapi
nimbrung mencandui berbau explicit seperti content brutal media meriwayatkan
kematian Khasogi namun melewatkan wacana eksekusi TKI Indo. Bajingan di tempat
ke empat tanpa mengumpat, antagonis berbagai serial aku bak Minak jinggo, yang
terus menjaga waras dari ternak hoax Bolsonaro.
Ah nisan dalam nalarku.
Terbaring di kasur kenangan memeluk tinta sebagai guling, selimut kain kafan
dari penyair Kafka dan alas buku berdebu tetua musafir makkiah. Aku masih
menari bersama hilangnya jejak si Semar yang menaruh setiap karya Zine-nya
dengan anti copyright. " Segera tiba.. Hari-hari mencekam akan segera
tiba. Melesap dengan cepat mengurungmu dengan alinea, siapkan pena dan tulisi
dengan kata-kata paras-paras yang membuat keringat mengucur memeras
bongkah-bongkah peristiwa. "
Tak abadi....
Aku mati menggenggam dua dawai
tangkai padi....
Yang satu siap bersemi....
Yang satu telah berseri....
BERSAMBUNG. . .
. .
#KING_LAEF
#PANG
Jumat, 16 November 2018
Aku dan Kalaodi (Sebuah tulisan biasa untuk menyambut Festival Kalaodi 2018) II SZT
Aku dan Kalaodi
(Sebuah tulisan biasa
untuk menyambut Festival Kalaodi 2018)
Kalaodi, sebuah nama desa
yang letaknya berada di ketinggian Kie Matubu (nama gunung dari Pulau Tidore).
Kalaodi adalah desa bagian dari Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan,
Provinsi Maluku Utara. Karena letaknya di ketinggian, suasana di desa Kalaodi
begitu asri, sejuk dan damai. Seperti namanya, Kalaodi tak beda jauh dengan
kata dalam bahasa inggris, yakni cloudy yang
artinya berawan.
Hal ini memang benar adanya, bahwa Kalaodi adalah desa yang secara geografis memiliki letak yang begitu dekat dengan langit dan awan. Ini bukan berarti dari Kalaodi kita bisa menyentuh langit secara langsung. Tetapi, karena berada di ketinggian, maka bila kita menatap ke langit, langit itu terasa begitu dekat dari pandangan kita. Bila beruntung, kita akan disuguhi pemandangan yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja, yakni ketika kabut turun dari langit dengan perlahan, lalu kabut itu akan menyelimuti seisi desa dengan kedamaian yang menentramkan hati.
Kalaodi bukanlah desa yang baru muncul pada waktu sekarang ini. Keberadaan kalaodi sudah ada sebelum bangsa Indonesia diakui kemerdekaannya oleh seuruh negara di dunia. Kalaodi adalah saksi perjuangan seorang pemimpin yang luar biasa, yakni Sultan Nuku kala akan melakukan pemberontakan pada Belanda. Menurut ceritanya, Kalaodi adalah bagian dari incaran Belanda, agar hasil komoditas desa ini, yakni cengkih dan pala, bisa dimonopoli. Dalam hati, aku merenung berarti desa ini bukanlah desa yang bisa diremehkan keberadaannya. Pada musim panen, seluruh rumah yang ada akan ramai dengan petikan buah cengkih dan aroma khas buah pala. Pohon pala dan cengkih sendiri akan kita temui dalam setiap jengkal tanah desa ini. Sungguh, Allah Maha Baik.
Hal ini memang benar adanya, bahwa Kalaodi adalah desa yang secara geografis memiliki letak yang begitu dekat dengan langit dan awan. Ini bukan berarti dari Kalaodi kita bisa menyentuh langit secara langsung. Tetapi, karena berada di ketinggian, maka bila kita menatap ke langit, langit itu terasa begitu dekat dari pandangan kita. Bila beruntung, kita akan disuguhi pemandangan yang sangat sayang bila dilewatkan begitu saja, yakni ketika kabut turun dari langit dengan perlahan, lalu kabut itu akan menyelimuti seisi desa dengan kedamaian yang menentramkan hati.
Kalaodi bukanlah desa yang baru muncul pada waktu sekarang ini. Keberadaan kalaodi sudah ada sebelum bangsa Indonesia diakui kemerdekaannya oleh seuruh negara di dunia. Kalaodi adalah saksi perjuangan seorang pemimpin yang luar biasa, yakni Sultan Nuku kala akan melakukan pemberontakan pada Belanda. Menurut ceritanya, Kalaodi adalah bagian dari incaran Belanda, agar hasil komoditas desa ini, yakni cengkih dan pala, bisa dimonopoli. Dalam hati, aku merenung berarti desa ini bukanlah desa yang bisa diremehkan keberadaannya. Pada musim panen, seluruh rumah yang ada akan ramai dengan petikan buah cengkih dan aroma khas buah pala. Pohon pala dan cengkih sendiri akan kita temui dalam setiap jengkal tanah desa ini. Sungguh, Allah Maha Baik.
Pesona Kalaodi tak
hanya terdapat pada alamnya semata. Namun, juga pada masyarakatnya. Tawa dan
keceriaan bocah-bocah Kalaodi akan membuat hati kita terpanggil untuk
mengadakan segala ikhtiar yang baik bagi keberlangsungan hidup dan cita-cita
mereka. Ramahnya perlakuan masyarakat bisa dilihat dari bagaimana cara mereka
memuliakan tamu-tamu yang berkunjung ke desanya. Di Kalaodi, kita benar-benar
jauh dari hingar-bingarnya kota, bahkan sinyal telepon pun masih sangat lemah ketika
digunakan. Jadi, Kalaodi itu benar-benar tempat yang cocok untuk merenungi diri
sekaligus mencari inspirasi untuk langkah ke depannya nanti. Aku sudah
melakukan ini dan menikmati hasilnya.
Kultural masyarakat Kalaodi yang begitu dekat dengan alam menjadikan alam pun senantiasa menjaga mereka sekalipun desa ini berada di antara bebukitan yang tinggi menjulang.
Baru-baru ini, di Kalaodi diadakan ritual Paca Goya, sebuah ritual untuk memberikan nafas atau jeda pada alam setelah musim panen usai digelar. Selama tiga hari, masyarakat Kalaodi tidak melakukan aktivitas di luar rumah, baik bersekolah maupun berkebun. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama bahkan bisa dikatakan sejak berates-ratus tahun yang lalu. Inilah menjadikan Kalaodi begitu kharismatik dengan segala ketenangannya.
Berdasarkan kondisi nyata ini, rasanya tak salah bila dalam beberapa hari ini Kalaodi akan dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat, sebab Festival Kalaodi akan diberlangsungkan di sana. Festival ini diadakan oleh komunitas yang begerak di bidang lingkungan hidup, baik di darat maupun di laut, dan komunitas ini sering menjadikan Kalaodi sebagai tempat riset maupun memainkan peran mereka dalam menjaga keasrian alam dari Kalaodi ini. Aku memang bukan perempuan yang menanam ari-arinya di desa Kalaodi, tapi seluruh jiwaku terparti utuh di sana. Jangan coba-coba mengusik ketenangan Kalaodi dengan kapitalisme yang terbungkus tawaran-tawaran manis yang nantinya menyebabkan alam murka. Kalaodi adalah warisan yang harus dijaga hingga nanti.
Kultural masyarakat Kalaodi yang begitu dekat dengan alam menjadikan alam pun senantiasa menjaga mereka sekalipun desa ini berada di antara bebukitan yang tinggi menjulang.
Baru-baru ini, di Kalaodi diadakan ritual Paca Goya, sebuah ritual untuk memberikan nafas atau jeda pada alam setelah musim panen usai digelar. Selama tiga hari, masyarakat Kalaodi tidak melakukan aktivitas di luar rumah, baik bersekolah maupun berkebun. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama bahkan bisa dikatakan sejak berates-ratus tahun yang lalu. Inilah menjadikan Kalaodi begitu kharismatik dengan segala ketenangannya.
Berdasarkan kondisi nyata ini, rasanya tak salah bila dalam beberapa hari ini Kalaodi akan dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat, sebab Festival Kalaodi akan diberlangsungkan di sana. Festival ini diadakan oleh komunitas yang begerak di bidang lingkungan hidup, baik di darat maupun di laut, dan komunitas ini sering menjadikan Kalaodi sebagai tempat riset maupun memainkan peran mereka dalam menjaga keasrian alam dari Kalaodi ini. Aku memang bukan perempuan yang menanam ari-arinya di desa Kalaodi, tapi seluruh jiwaku terparti utuh di sana. Jangan coba-coba mengusik ketenangan Kalaodi dengan kapitalisme yang terbungkus tawaran-tawaran manis yang nantinya menyebabkan alam murka. Kalaodi adalah warisan yang harus dijaga hingga nanti.
Oleh : Syafitri Zahra Togubu
Rabu, 31 Oktober 2018
Cahaya Di Antara Bercahaya ll SZT
Cahaya Diantara yang Bercahaya
Lembayung berkilat mendung...
Rinai jatuh tak mampu terbendung...
Takdir kian mendecakkan relung...
Sebab, nafas ini sudah tuntas di jalan yang berujung...
Aku akan pulang...
Sebagai hamba yang memikul segenap dosa-dosa usang...
Aku pasti pulang...
Menuju pada segala yang tak pernah hilang...
Direnggut oleh izrail sembari lirih meneguhkan hati...
Menyebutkan kesaksian atas nama Illahi...
Hidupku telah menaungkan usai...
Liang lahat kinilah yang aku diami....
Pulang ialah kembali...
Semua punya lekang yang pasti...
Hidup akan berjumpa dengan mati...
Cahaya masih saja menerawang tinggi...
Pasti ia tembus hingga ujung yang tak bertepi...
Cahaya itu akan redup nanti...
Saat Yang Maha Memiliki cahaya itu berkata sudah waktunya kau kembali...
Entah, dengan tauhid yang sejati atau dengan serakah yang tak berperi...
Kita semua akan sampai pada tuju yang disebut dengan mati...
Mari, bermuhasabah diri...
Syafitri Zahra Togubu
Bekasi, 31 Oktober 2018
Selasa, 30 Oktober 2018
Kekasih Bawah Tanah II King Laef
Kekasih Bawah Tanah
![]() |
| KEKASIH BAWAH TANAH [KING LAEF] |
Berapa lama kau sanggup ?
Selesaikan saja tenangmu dengan diam, tapi jangan hilang !! itu pinta sang pecinta. bukan si ulung hardik pengakuan, karena seyogyanya Pengakuan ialah bahagia yang mekar sekejap dalam palung paling ngilu. Jangan meragu!! Seperti ibu, ketika menempel hiasan di pintu kulkas dengan anekdot berupa macam. ibu tidak takut.
Ibu tidak khawatir akan hilang. ibu paham jika hilang berarti ia harus menikmati dalam bentuk yang tidak ada pula. Begitulah kekasih bawah tanah-ku. Tanpa meracau seperti merecon di timeline medsosnya, tanpa duga serupa, tanpa iba berlimpah, rasanya slalu jenaka, ia berbeda dari kebanyakan pecinta. Aku cinta.
Pernah suatu waktu beberapa jengkal sebelum matahari terbenam, ia dan kawan baiknya sedang khusyu beribadah senja, katanya; senja adalah terapi merebahkan penat, dimana kesibukan serupa air laut yang terus menyengat. ia mengabadikan moment dengan semangat yang hampir hilang oleh siluet senyum saktinya. Kemudian mengirimku beberapa percakapan mata dan aku, mataku berkaca-kaca. Langit gelap, ia menuju pulangnya setelah penatnya pergi bersama jingga yang memudar. Malam seperti kawan baiknya. Membaca, Nada, Gitar, Cerita, Luluran, Tuntaskan game, Larut, dan Rehat.
Aku bahkan tak paham, kenapa pagiku begitu teduh saat pesan audionya kudengar pertama kali. Náh bïlá ; kalau ia dalam ceret uap emosi, aku menjelma gelas dingin kopi. hangatnya seperti pagi syawal di pedesaan tengah halmahera. Deringan telpon mengetuk rehat, Bangun dan menyapa.
Jauh sebelum ini.
Aku ingin memberitahumu;
Inilah waktunya.
Kekasihku...
Kau harus tahu, akan ada saat-saat yang tak mudah yang harus kita hadapi nanti. Jangan berpikir aku telah berhenti peduli, jika saja aku salah cepatlah katakan agar aku segera memohon ampunan. Jika aku terlihat mengabaikan, jangan cari perhatian lain.
Marahlah padaku agar aku bisa mengatur kembali pola hidupku, aku tak pernah tahu bagaimana akhir dari semua hari. Aku hanya tahu kini dan nanti, kaulah yag ingin ku miliki. Terimakasih sudah memilihku, tetaplah kuat melalui apapun itu. Jangan menyerah, meski kau lihat akupun mungkin saja bisa lelah. Kau dan aku, hanya perlu saling menguatkan. Bukan mencari hal-hal yang bisa membuat lemah dan terjarakan. Sejak denganmu aku tak lagi mencari cinta, sebab bagiku cukuplah kamu saja.
Kau harus tahu.
Tentangmu pada semua cerita.
Pada semua masalah kita. Aku tetap mencintaimu dengan segenap aku, caraku, dan semua pelajaran yang kudapat darimu. Dari aku, lelaki gila yang mencintaimu dengan seluruhnya.
Makassar 27 Oktober 2018
KING LAEF
Sabtu, 13 Oktober 2018
KASTIL ( III ) By: kingLaef
KASTIL ( III )
By: kingLaef
By: kingLaef
Ini Ketiga, pertama sebagai pengantar membakar nalar, lalu kedua perihal ganja sebagai medis yang tak ada dalam alternatif, tutur seorang pengacara anti meanstream beri wejangan edukatif. Respect... tidak main-main, bukan iseng belaka di sakramen gingseng, ini tulisan untuk meredam wacana-wacana prematur. Keparat media daring, hoax segaring kerupuk kemarin Uupps... sesuatu yang kering terlalu dibasahi dalam larutan oralit agama, sedangkan berpihak adil hanyalah tumbal tanpa sesajen yang empuk untuk digoreng. Sampai media dan politisi bebas menakar kadar iman...bangsat.. seenak jidat rekayasa perkara...syahwat...
*
Sudahlah.... kita sama bersalah.. terlalu men-tuhan-kan agama, sampai lupa mempersiapkan diri dari kilat ajal. Stttt diam, biar hening segala sirine, pulangkan saja panglima-panglima kastilku yang dipaksa berdarah kala menulis sekte penjara. Suara bawah tanah, gaung pelecehan, pedofil melalang buana di sekolah. Dari penjara ke penjara si tuan tan malaka di tipex hitam dalam buku sejarah, selokan, aturan, dan pungutan.
BERSAMBUNG. . . . . . . . . . . . . .
Jumat, 05 Oktober 2018
KASTIL II King Laef
![]() |
| A-The Falken (King Laef) |
KASTIL ( I )
By: kingLaef
Sejak 2008 berkecimpung di dinding ratapan, banyak kenaifan yang telah terbagi layak doa arogan di musim hujan.hati mata telinga di era eforia digital ini menawarkan aku, kau, juga kita semua untuk terus menggali liang sendiri sebagai tempat pulang paling aman dan juga paling riskan... oouhh sialan...
aku masih tetap menjadi seorang bocah mahkota dengan kepalan beban meminta tunjangan di akhir bulan, kadang sang ayah bertutur, tak apa nak, itu kewajiban ayah selagi anak masih dijalur pendidikan. aku tersedak haru namun congkak, ah jawaban lembut itu aku pikir hanya sebagai pelarian dari banyaknya akumulasi kekesalan yang sering bertandang.
Dan karenanya hingga detik inipun aku masih menjaga kewarasan untuk menolak sama dengan apa saja bahkan dalam mengkritisi diri sendiri. Gila, ambigu, samar, frontal, masabodoh, dekil, berprosa bangkai, mati, biarlah, toh nama asli ari-ari ku masih bersih terjaga di bawah tanah yang sering ku-istilah-kan sebagai kastil bercahaya. Asa dan aku,di saku masih ada pemantik badai ambisi, dengan narasi kegilaan sebagai bentuk perlawanan.
Meskipun perlahan-lahan, kalian semualah yang terbaik, biarlah sisi ter-balik aku yang ambil bak jatuh di jam pasir, terkilir, tersingkir, merasa asing di dalam super culture kalian, trend elite yang kalian semua kultus. jangan nafikan, selebihnya akulah yang menang dalam tenang di tidur panjang seperti pemuda kahfi, yang lebih menghargai perbedaan sambil menertawakan diri sendiri.
Aku pengagum garis keras Ayu Utami,
dan Aku benci bunyi seruputan kopi.
![]() |
| KING_LAEF |
KASTIL ( II )By: kingLaefKemudian, sebelum rentetan makian itu menuju degradasi, keretaku membawa tanda baca dibalik tinta, ada sebilah pisau di mata alur, maka kutabur jaring pukat dalam frasa ganda, bukan gundah, ini Gun dalam bazooka ambigu.Semarak ini banyak aku dalam pribadi lain tak lihai menelan beberapa informasi dari penggiat rating, sembari merelakan alasan bahwa nilai kemanusiaan hanya tergantung dari kita yang dekat dengan itu... hey lihatlah!! kita sudah terlalu mabuk dengan agama, sedangkan negeri tetangga telah melegalkan ganja untuk medis. Medis!! sekali lagi medis. Tapi media medusa menggoreng auto dadakan seakan menampar kita bahwa koin akan hancur dalam tumpukan magnet. Analogi koin ini yang mendistrak sekalian memenjarakan kita pada nilai kemanusiaan tadi. sekalian saja menaruh wabah hitam madagaskar dalam minuman murah yang dibakar para amatir belakangan ini. haha Kadar, disunting, Dogma, ditelan, merangsang nalar dalam senggama kata-kata tuan dan puan.Serupa ganja, aku berhasil membakar ibadah dalam tiap prasangka. Kafiri saja aku, biar kalian tahu cakrabirawa adalah sejarah kelam ludah tanpa enzim.
Aku bahagia setelah tahu, bahwa pesan dalam Album #BacaCerita adalah bentuk perlawanan, serupa The Frikis of Cuba, hingga Aksi Suspensi di Kroasia.
Perlawanan senyap di balik belukar.
Biarlah Kastil-ku dijemput tim mawar.
BERSAMBUNG.....
Aku bahagia setelah tahu, bahwa pesan dalam Album #BacaCerita adalah bentuk perlawanan, serupa The Frikis of Cuba, hingga Aksi Suspensi di Kroasia.
Perlawanan senyap di balik belukar.
Biarlah Kastil-ku dijemput tim mawar.
BERSAMBUNG.....
Sumber kieng Laef (A-The Falken)
Senin, 19 Maret 2018
Mereka Juga Butuh Pendidikan Serta pelayanan Kesehatan Dusun Parang Benrong Kab. Jeneponto
Semoga
dipajangkan usia zaman dalam selamat, sejatra dan sentosa. Dan semoga kita
tergolong orang-orang baik dalam berilmu.
PARANG BENRONG- Tepantnya, Kab Jeneponto. 02
Maret 2018 HIPMIN Makassar melakukan BAKSOS(Bakti Sosial) di bawah kaki gunung
selanu Kab Jeneponto Dusun Parang Bendrong. Setiap anggota di bagi menjadi
dua(2) kelompok. Kelompok pertama naik pada tanggal 02/03/18 yang berjumlah 9
orang yang di pipin lansung oleh kordinator Lapangan (Kanda Raman Hamid). Yang berangkat
dari pukul 10:30 WITA dari Kota Makassar ke Jeneponto Tiba pada pukul 14:45
WITA dengan menggunakan kendaran roda dua. Setelah itu mereka harus menmpuh
jarak ± 8 Kilometer ke dusun parang benrong dengan jalan kaki, Semangat serta
tekad mereka tak pernah habis walau keringat basahi sekujur tubuh. Kelompok
kedua berangkat 03/03/18 setelah keesokan hari, kelompok pertama berangkat. kelompok
kedua berjumlah 13 orang, 5 orang diantaranya perempuan, Dengan mengunakan
Pete-Pete (Angkot). Singkat cerita, setelah semuanya berada diDusun tempat
dimana sasaran kita semua yaitu (PARANG BENRONG), rasa lelah yg di tempuh oleh
kami itu bukan penghalang bagi kami malah sebaliknya ketika sesampainya ke
Dusun tersebut kami disambut dengan langsung dengan baik oleh Daeng Bunddu (mantan
kepala dusun) ke esokan paginya kami mulai bergegas dengan masing-masing
kelompok yang sudah dibagi menjadi 2 tim, yang diantaranya: pendidikan(Pendidikan
Formal dan Pendidikan Nonformal) dan Kesehatan. Pendidkan Formal dikhusukan
untuk pengajaran di sekolah, sedangkan pendidkan Nonforamal dikhusukan untuk
pengajaran Ngaji dari magrib sampai Ba’da Isya. Sedangkan kesehatan di buat
satu titik pelayanan kesahatan untuk masyarakat dusun yang ingin melakukan
pemeriksaan kesehatan serta pembagian obat-obatan secara gratis. Selain itu,
ada juga pembagian pakaian layak pakai untuk masyarakat setempat. Setelah
beberapa hari berjalan ada banyak hal yang di dapat dari beberapa anggota mulai
dari strata pendidikan samapai pada tingkat kesehatan.
Sedikit coretan tentang pendidikan yang
didapat oleh tim pengajar, yang katanya mulai dari Guru(tim pengajar) samapi
pada fasilitas(bangunan)sekolah. Yang kita ketahui bersama bahwa pendidikan
merupakan hal yang wajib di utamakan, hanya saja saudara-saudara dan adik-adik
kita yang ada di dusun parang benrong masih
jauh dari kelayakan.
Undang-Undang
Republik Indonesia No 20 Tahun 2013 Tentang Pendidikan Nasonal Indonesia Menimbang ; bahwa pembukaan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan
Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia
dan seluruh tumpah darah
Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial
Dalam UU
Sisdiknas dinyatakan bahwa, Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang
bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Secara
umum tujuan pendidikan di Indonesia sudah mencakup tiga ranah perkembangan manusia, yaitu perkembangan kognitif, afektif,
dan psikomotor. Tiga ranah ini harus dikembangkan secara seimbang,
optimal, dan integratif. Seimbang artinya ketiga
ranah tersebut dikembangkan dengan intensitas yang sama, proporsional dan
tidak berat sebelah. Optimal maksudnya dikembangkan secara maksimal sesuai
dengan potensinya. Integratif artinya pengembangan ketiga ranah tersebut
dilakukan secara terpadu
Namun
hanya saja pendidikan yang didapat oleh saudara-saudara dan adik-adik kita tak
seperti yang dibuat oleh pemerintah, yang dimana salah satunya untuk
mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa, namun realita tak seprti aturan
orang-oarng yang ada sofa lalu ketuk palu untuk sahkan.
Susah
jikalau kita, bicarakan tentang keadilan bagi seluruh rakyat indonesia. Bila
masih ada dinding pembatas diantara suku, ras, anak kota dan anak kampung.
Ingatku sebuah film denagan judul DARI TIMUR MATAHARI yang diperankan salah
satu aktor terhebat indonesia (kalau ditanya ko siap, ko jawab apa, beta maluku).
Parang benrong juga indonesia.
Saat KMB(Kegiatan Belajar Mengajar)
Adapun
hal menarik yang tak bisa terlupan saat didapatkan langsung dari tim pengajar.
Setelah dibawakan Mata Pelajaran PPKN yang dibawakan lansung oleh saudara
Muhammad Djabir kemudian ditanyakan pada adik peserta didik(siapa yang tahu
presiden indonesia yang seekarang) tak satupun yang tahu nama dari pemimpin
Negara yang sekarang. Namun mereka punya impian dan cita-cita yang tinggi,
diantaranya: ada yang mau menjadi GURU, PILOT, BIDAN, DOKTER, POLISI, TNI
bahkan ada yang mau menjadi PRESIDEN. Namun sayangnya mereka tidak mendapatkan
pendidikan layaknya sekolah lain, apa mereka teringal. lalu bagaimna
mimpi-mimpi mereka. Ingatku pada senyuman kepolosan mereka yang bersemangat saat
di ajak kesekolah untuk belajar.
TIM Pengajar (Arisandi Junior)
Pasal 49 Pengelokasian Dana Pendidikan ayat 1(kesatu) Dana pendidikan selain gaji pendidik
dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Pasal 50 teentang
Pengelolaan pendidikan ayat 5(lima) Pemerintah kabupaten/kota mengelola
pendidikan dasar dan pendidikan menengah, serta satuan
pendidikan yang berbasis keunggulan lokal.
Pasal 31
ayat 1 (kesatu) dan 2 (kedua) UUD 1945, bahwa setiap warga negara wajib
mengekuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, tentunya
pemertaan akses pendidikan yang diharapkan masyarakat dusun parang benrong
selama ini sulit mendapatkan tempat dihati para orang-orang kebijakan, sedah
lama terelasikan sejak zaman dahulu. Namun dalam kenyataan masih
saudara-saudara kita diparang benrong masih jauh mendapatkan pendidikan yang
layak
Dalam setiap
pendidikan tak terlepas dengan pendidik(Guru) salah satu komponen pendukung
dalam pendidikan. Yang bertujuan mengarahkan perta didik untuk memahami apa
yang di ajarkan selain mendidik pendidik juga berperan sebagai orang tua
sementara saat berada dalam lingkungan sekolah. Untuk sekolah dasar Pendidik
harus lebih aktif dalam menjalankan tugas dan tangung jawabnya, sebab dasar
merupakan pondasi awal untuk membangun suatu bangunan/monumen. Namun yang
didapat adik-adik kita yang berada didusun parang benrong tak semestinya
diharapkan. Kehadiran Guru(pendidik) yang seharusnya 6 hari dalam 1 minggu,
tetapi kehadiran Guru hanya 2/ 4 kali dalam semingu. Terharu saat melihat serta
menyaksikan sendiri,apa yang mereka alami, tapi semangat anak-anak dusun parang
benrong masih saja tetap untuk menunggu kehadiran Guru untuk belajar walau
mereka tak tahu, apakah hari ini ada guru yang datang mengajar atau tidak.
Pasal 41
ayat 3(ketiga) Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memfasilitasi satuan
pendidikan dengan pendidik dan tenaga kependidikan yang
diperlukan untuk menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu
GURU SDN 252 Parang Benrong yang masih Honorer
Selain
dari tim pengajar(Guru) yang menjadi menjadi komponen utama dalam pendidikan,
tempat atau bangunan juga sebagai alat penunjang dalam dunia pendidikan yang
perlu kita perhatikan sesama. Sebab banguan merupakan tempat yang dimana bisa
mewadahi peserta didik untuk kenyamanan dalam proses pembelajaran berlansung.
Bangunan yang dimiliki SDN N 252 Parang Benrong terdiri atas dua bangunan, bangunan
I terdapat tiga ruangan namun bangunan ini sudah tidak digunakan lagi dan
bangunan II terdapat dua ruangan yang saat ini masih tetap dipakai untuk proses
belajar mengajar. Dari segi bangunanpun sudah tak layak di katakan itu sekolah,
bagunan yang sama halnya dengan gubuk tua yang hampir roboh.
Dalam Lintas
Undang-Undang kesehatan
Kesehatan
adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap
orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau
masyarakat
Dalam
Setiap Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang
kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan
di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan. Sarana
kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan.
Kesehatan(Pelayanan
Kesehataan) adalah sesuatu yang sangat berguna. Pemeliharaan
kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang
memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan
persalinan.
Secara
Realita yang didapatkan langsung dari beberapa anggota(HIPMIN MAKASSAR) yang
terjun lansung di Masyrakat dusun parang benrong (Khusunya Kab. Jeneponto).
Masih jauh dari mata Pemerintah Kab. Jeneponto soal pelayan kesehatan didusun
parang benrong.
Pemeriksaan Kesehatan (Tim Kesehatan) Anggota Hipmin Makassar
Yang
seharunya salah satu tenaga kesehatan, di tempatkan di setiap daerah terpencil.
Untuk membantu masyarakat untuk pengobatan ataupun bersalin, Namun saja
masyarakat dusun parang benrong harus
keluar sejauh delapan kilometer (8 KM) hanya untuk mendapatkan pelayan
kesehatan (pemeriksaan kesehatan serta membeli obat).
IniLah Bukti Bahwa Mereka juga Indonesia. (Upacara Perdana SDN 252 Parang Benrong)
Kutip
Lanjutan Suara Mereka_
#Kami
Juga Anak Indonesia
#Parang
Benrong Juga Indonesia
Senin, 12 Maret 2018
Ungkapnya(Misniwati) saat kegiatan di desa parang benrong
UNGKAPNYA [MISNIAWATI]
Ungkapnya (Misniawati).Aku bersyukur, Tuhan memberiku begitu banyak anugerah. Terbukti dari banyaknya kesempatan berbuat baik yg datang berkali2 kepadaku.
Setiap manusia pasti menerima berbagai macam bentuk kenikmatan dari penciptanya, baik itu disadari ataupun tidak. Kenikmatan tidak lah hanya berupa materi atau berwujud benda dan sebagainya. namun kenikmatan adalah segala sesuatu yang telah diterima oleh manusia baik itu yang tidak kasat mata seperti kesehatan, rasa cinta, rasa senang. Kebahagian dan lain sebagainya. Semuanya itu wajib kita syukuri dengan senantiasa menjaganya dan selalu berbuat baik terhadap sesama.
Tim pengajar (Misniawati)
"Tujuan sekolah bukan hanya sekadar mendapatkan ijazah. Ilmu yang terpenting yang harus didapat. Percuma dapat ijazah tapi sedikit ilmu yang didapat dari sekolah,dan tidak diaplikasikan untuk hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang banyak.Terkadang apa yang kita lakukan sering menimbulkan pro&kontra tapi ketahuilah yang disaksikan oleh mata mempunyai makna yang tidak sama dengan apa yang dilihat oleh hati,maka dari itu membuka sebuah Harapan itu seperti jalan di dalam hutan. Di sana tak pernah ada jalan. Tapi jika banyak orang menjalaninya, jalan itu menjadi ada.
#hipmin_makassar
#pedulu_parangbendrong
#hipmin_makassar
#pedulu_parangbendrong
Sumber, Misniwati (TOGOREBO_017)
Langganan:
Postingan (Atom)
BATU BARA MENGETUK PINTU
KingLaef & Asar Shame Terseret abad revolusi industri Patani Timur, Desa Peniti Damuli, Mendengar kabar saja Sun...
-
KingLaef & Asar Shame Terseret abad revolusi industri Patani Timur, Desa Peniti Damuli, Mendengar kabar saja Sun...
-
KASTIL ( IV ) Ouuuuuu.... Euthanasia.... Salam Tuan dan Puan... Aku lelaki gila yang kalian kafiri namun tak mau berhenti m...




















